Banda Aceh – Suasana hari pertama puasa di Kota Banda Aceh, Kamis (19/2/2026), tampak lebih lengang dari biasanya. Aktivitas masyarakat di sejumlah ruas jalan utama menurun signifikan, seiring warga yang memilih berdiam di rumah serta memperbanyak ibadah di masjid dan musala.
Sejak pagi hingga siang hari, arus lalu lintas terpantau lancar tanpa kepadatan berarti. Beberapa kawasan yang selama ini dikenal ramai dipadati masyarakat terlihat sepi. Di antaranya Simpang 7 Ulee Kareng, Simpang Jambo Tape, Peunayong, Pasar Aceh, Batoh, hingga kawasan sekitar Masjid Raya Baiturrahman.
Pantauan Lensakita.com, Kamis (19/2/2026), di lapangan menunjukkan banyak pertokoan memilih tutup dan meliburkan aktivitas usahanya untuk sementara waktu pada hari pertama Ramadan.

Kondisi ini dinilai sebagai hal yang lazim terjadi setiap awal Ramadan. Masyarakat umumnya memanfaatkan hari pertama puasa untuk beradaptasi dengan perubahan pola aktivitas, sekaligus memperbanyak waktu bersama keluarga dan meningkatkan kualitas ibadah.
Di sejumlah masjid dan musala, aktivitas ibadah justru meningkat. Sejak waktu zuhur, jamaah terlihat lebih ramai dibanding hari-hari biasa. Warga memilih mengisi waktu dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, atau mengikuti kajian singkat yang digelar pengurus masjid.

Suasana yang lebih tenang ini juga memberi nuansa berbeda bagi ibu kota Provinsi Aceh tersebut. Aktivitas diperkirakan akan kembali meningkat saat mendekati waktu berbuka puasa, ketika masyarakat mulai berburu takjil dan kebutuhan berbuka.
Hari pertama puasa di Banda Aceh pun berlangsung dengan suasana khidmat dan tenang, mencerminkan pilihan masyarakat untuk lebih fokus pada ibadah serta menyesuaikan ritme kehidupan di awal bulan suci Ramadan.[]










