Senin, Agustus 31, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Gurita dan Cumi-cumi, Apakah Jenis yang Sama?

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (10/10/2024) - 14:36 WIB
in DAERAH
0
Gurita dan Cumi-cumi, Apakah Jenis yang Sama?

#image_title

 

  • Tubuh gurita dan cumi-cumi seperti karet, dengan mata besar, dan punya lengan menjuntai bak belalai. Kebanyakan orang menyangka keduanya sama, bahkan namanya sering bertukar tempat.
  • Gurita dan cumi-cumi dimasukkan dalam kelas Chepalopoda yang berarti kaki kepala. Disebut demikian karena hewan ini dicirikan dengan adanya sejumlah kaki, tangan, atau tentakel yang menempel di kepala. Namun, para ahli menyepakati bahwa itu adalah lengan.
  • Baik gurita maupun cumi-cumi tidak bertulang belakang dan tidak memerlukan cangkang yang keras untuk perlindungan, meski keduanya termasuk moluska. Gurita dan cumi-cumi telah mengembangkan kemampuan luar biasa lainnya untuk mempertahankan diri.
  • Seperti namanya, oktopus, gurita memiliki lengan berjumlah delapan. Sementara cumi-cumi, memiliki delapan lengan dua tentakel. Jadi, gurita tidak memiliki tentakel, sedangkan cumi-cumi punya dua.

 

Tubuhnya sama-sama seperti karet, dengan mata besar, dan punya lengan menjuntai bak belalai. Kebanyakan orang menyangka keduanya sama, bahkan namanya sering bertukar tempat.

Gurita dan cumi-cumi, menjadi hewan laut yang mudah dikenali karena ciri khasnya itu.

Baca: Benarkah Gurita Berasal dari Luar Angkasa? Bukti dan Kontroversi Teori Panspermia

 

Nelayan tradisional ini menangkap gurita di perairan Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Sulawesi Utara. Foto: Anton Wisuda/Mongabay Indonesia

 

Persamaan gurita dan cumi-cumi

Gurita dan cumi-cumi dimasukkan dalam kelas Chepalopoda yang berarti kaki kepala. Disebut demikian karena hewan ini dicirikan dengan adanya sejumlah kaki, tangan, atau tentakel yang menempel di kepala. Namun, para ahli menyepakati bahwa itu adalah lengan.

Di seluruh dunia ada sekitar 300 spesies gurita dan 300 spesies cumi-cumi. Selain gurita [octopus] dan cumi-cumi [squid], satwa lain yaitu sotong [cuttlefish] dan nautilus juga berada dalam kelas ini.

Baik gurita maupun cumi-cumi tidak bertulang belakang dan tidak memerlukan cangkang yang keras untuk perlindungan, meski keduanya termasuk moluska. Gurita dan cumi-cumi telah mengembangkan kemampuan luar biasa lainnya untuk mempertahankan diri.

Baca: Gurita, Spesies Cerdas dengan Delapan Lengan

 

Dawir Muding mencari gurita di wilayah tangkap di Desa Uwedikan, Kecamatan Luwuk Timur, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Foto: Christopel Paino/Mongabay Indonesia

 

Gurita adalah hewan laut yang pintar berkamuflase. Dalam sebuah percobaan, gurita bisa menyamarkan dirinya pada petak bercorak seperti papan catur. Dia bisa meniru karang, atau menyerupai hewan lain seperti ular laut atau ikan ceper dasar laut.

Gurita juga dikenal memiliki kecerdasan tinggi. Jumlah neuron gurita setara dengan yang dimiliki anjing atau monyet. Dia bisa membuka tutup botol, bersembunyi dalam batok kelapa, atau melempar benda untuk menakuti musuhnya. Lengannya memang kuat dan fleksibel.

Cumi-cumi juga pandai menyamarkan diri. Dia bisa mengubah warna tubuhnya seperti lingkungannya. Tapi mungkin, kemampuan ini tidak seterkenal gurita. Gurita hidup di dasar laut, sementara cumi-cumi hidup di perairan terbuka.

Diduga, ini menyebabkan cumi-cumi jarang menggunakan kemampuannya untuk menyamarkan diri. Namun ilmuwan Jepang berhasil membuktikan, cumi-cumi yang berada di tangki yang ditumbuhi alga akan menyerupai warna air tangki. Sementara, cumi-cumi yang berada di tangki bersih akan berwarna terang.

Baca: Unik, Gurita akan Mati Setelah Kawin dengan Pasangannya

 

Gurita yang memiliki kemampuan berkamuflase. Foto: Christopel Paino/Mongabay Indonesia

 

Dua makhluk yang hidup di air asin ini, sama-sama memiliki kemampuan menyemprotkan tinta ketika terdesak. Tinta yang disemburkan untuk mengganggu pandangan predator. Secepat kilat kesempatan ini akan digunakan gurita maupun cumi-cumi untuk melarikan diri.

Berkat taktik ini, mereka bisa selamat sebelum terlihat atau tergigit predator, misalnya oleh lumba-lumba.

Tinta yang disemprotkan umumnya mengandung melanin berwarna gelap, beberapa enzim serta logam. Namun ada spesies Cephalopoda yang mengeluarkan tinta bercahaya karena mengandung partikel luminescent. Tinta diproduksi di dalam kantung tinta dan dikeluarkan melalui saluran pembuangan.

Baca: Inilah Bobtail Squidfish, Cumi-Cumi Mungil Yang Cantik

 

Bobtail squidfish, cumi-cumi mungil di perairan Padangbai, Bali. Foto: Anton Wisuda/Mongabay Indonesia

 

Perbedaan gurita dan cumi-cumi    

Gurita bentuk tubuhnya lebih lebar dan gemuk. Sementara cumi-cumi, lebih ramping dengan bentuk seperti torpedo. Ada dua sirip di atas tubuhnya.

Panjang gurita dari seukuran ujung pensil hingga sepanjang bus, tergantung spesiesnya. Cumi-cumi terbesar yang pernah tercatat panjangnya hampir 13 meter, dengan berat mendekati satu ton. Selain itu, ada perbedaan pupil mata antara gurita dan cumi-cumi. Satwa bawah laut ini pupil matanya persegi sementara cumi-cumi memiliki pupil bulat.

Baca: Cumi-Cumi, Si Kecil Cerdas dari Dalam Lautan

 

Common squidfish atau yang umum dikenal sebagai cumi-cumi di perairan Bali. Foto: Anton Wisuda/Mongabay Indonesia

 

Dalam sebuah studi, diketahui bahwa lengan gurita dirancang untuk merasakan zat yang mengandung minyak yang tidak larut air. Sementara, tentakel cumi-cumi mendeteksi senyawa pahit.

Para ahli menjelaskan, gurita menangkap mangsa siang hari menggunakan penglihatannya. Reseptor yang terdapat di lengan membantu mereka menemukan mangsa pada waktu gelap, termasuk yang bersembunyi di antara celah-celah karang.

Cumi-cumi juga menyergap mangsa dengan penglihatannya. Selanjutnya, memutuskan memakannya atau tidak setelah berada dalam genggaman. Rasa pahit merupakan sinyal bahwa makanannya telah rusak atau beracun.

Seperti namanya, oktopus, gurita memiliki lengan berjumlah delapan. Sementara cumi-cumi, memiliki delapan lengan dua tentakel. Jadi, gurita tidak memiliki tentakel, sedangkan cumi-cumi punya dua.

Baca juga: Mengapa SpaceX Membawa Beruang Air, Cumi-cumi, dan Kapas ke Luar Angkasa?

 

Cumi-cumi yang pintar menyamarkan diri pada lingkungannya. Foto: Wikimedia Commons/Nick Hobgood/ CC BY-SA 3.0

 

Lengan gurita memiliki pengisap di sepanjang lengan. Sementara, tentakel cumi-cumi akan menjulur keluar untuk menangkap mangsanya dengan pengisap di ujungnya.

Kebiasaan kawin mereka juga berbeda. Gurita jantan kawin secara berpasangan dan betina akan menjaga telur yang dihasilkan hingga menetas. Sementara, cumi-cumi kawin secara berkelompok dan membiarkan telur menempel di batu atau karang lalu menetas. Bayi cumi-cumi dibiarkan mencari makan sendiri tanpa diasuh.

 

10 Hewan yang Memiliki Darah Berwarna Selain Merah

 

Sumber: Mongabay.co.id

ShareTweetPin
Previous Post

Mengancam Lingkungan dan Berkonflik Sosial, Nelayan Kepri Tolak Penambangan Pasir Laut

Next Post

Soroti Kekerasan di Proyek Panas Bumi Poco Leok, Koalisi: Lindungi Masyarakat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Angkat Folklor Sumatera Utara, Ngobrol Buku Latih 45 Penulis

Angkat Folklor Sumatera Utara, Ngobrol Buku Latih 45 Penulis

Minggu (30/08/2026) - 16:07 WIB
Pemerintah Aceh Percepat Pelayaran Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

Pemerintah Aceh Percepat Pelayaran Ro-Ro Krueng Geukuh-Penang, PT PEMA Disiapkan Jadi Operator

Sabtu (29/08/2026) - 14:51 WIB
Lantik Pejabat Eselon II, Wali Kota Sabang Tekankan Pentingnya Disiplin 

Lantik Pejabat Eselon II, Wali Kota Sabang Tekankan Pentingnya Disiplin 

Sabtu (29/08/2026) - 14:47 WIB
Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Diminta Tak Terjebak Bias Algoritma

Mahasiswa Ilmu Perpustakaan Diminta Tak Terjebak Bias Algoritma

Sabtu (29/08/2026) - 14:43 WIB
Olahraga Bersama, Kalapas Blangpidie Tampung Curhatan Warga Binaan

Olahraga Bersama, Kalapas Blangpidie Tampung Curhatan Warga Binaan

Sabtu (29/08/2026) - 14:38 WIB
BPMA Dorong Joint Study JOGMEC–JAPEX Berlanjut ke Eksplorasi dan Investasi di Aceh

BPMA Dorong Joint Study JOGMEC–JAPEX Berlanjut ke Eksplorasi dan Investasi di Aceh

Sabtu (29/08/2026) - 14:33 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.