Minggu, Mei 3, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

‘Hiburan’ Beri Makan dan Ancaman Perubahan Perilaku Monyet Liar

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (13/12/2023) - 22:38 WIB
in DAERAH
0
‘Hiburan’ Beri Makan dan Ancaman Perubahan Perilaku Monyet Liar

Seorang pengendara sepeda motor yang memberi makan monyet. 12/11/2023. (Nabil/Lensakita.com)

Aceh Besar- Jika melintasi jembatan Seunapet di gunung Seulawah pengendara akan beruntung menemukan sekawanan monyet yang duduk santai di tepi jalan. Begitu lah pemandangan yang kadang dijumpai saat melintasi jalan nasional Banda Aceh – Medan tepatnya di Kecamatan Lembah Seulawah, Kabupaten Aceh Besar.

Monyet-monyet itu lebih sering menunggu di pinggir jalan setiap harinya, menunggu pengguna jalan yang melewati jalan lintas kecamatan Saree, Aceh Besar. Karena itu lah ruas jalan tersebut menjadi bagian dari habitat mereka. Habitatnya cukup luas, dalam sehari mereka bisa melintasi beberapa hektar kawasan hutan dan non-hutan untuk mencari pohon-pohon berbuah.

Pemandangan itu acap kali membuat pengguna jalan iba. Saat mereka melintasi area Jembatan Seunapet, pengendara memberi makanan berupa roti, wafer, permen hingga pisang. Atau apa saja yang kebetulan pengendara punya. Terkadang ada juga yang sengaja membelikan untuknya.

Fatimah (bukan nama asli) adalah salah satu pengguna jalan yang kerap memberi makan monyet liar karena merasa iba tanpa tahu akan terjadinya perubahan perilaku terhadap satwa tersebut. Selain Fatimah atau pegendara tunggal lainnya, rombongan pengendara berkeluarga juga sering menjadikan monyet liar sebagai hiburan di sela-sela perjalanan.

“Monyet di sini lucu, anak-anak kan suka lihatnya,” ungkap Fatimah.

Tak jarang pengguna jalan memarkirkan kendaraan mereka, kemudian memberi makan kawanan monyet tersebut. Hal itu juga menarik bagi pengendara karena bisa lebih dekat dengan binatang liar.

Akibat dari aktivitas memberi makan monyet liar yang berulang ini menyebabkan berubahnya perilaku monyet dalam mencari makanan. Salah satunya muncul rasa malas mencari makan di hutan. Monyet akan lebih sering “nongkrong” di tepi bahkan di tengah jalan raya. Hal ini juga berakibat pada potensi rawannya si monyet tertabrak kendaraan yang melintas.

Peneliti mamalia Fakultas Kedokteran Hewan, Universitas Syiah Kuala, Drh. Erdiansyah Rahmi, mengatakan secara ekologis monyet ekor panjang dengan nama latin Macaca Maura membantu menyebar benih yang memungkinkan terjadinya regenerasi hutan.

“Jika mereka kehilangan kebiasaan memakan buah dari hutan, seluruh ekosistem terkena dampak negatif,” ungkap Drh Erdiansyah Rahmi.

Seorang aktivis lingkungan, Aprianda mengimbau pengguna jalan yang melintasi kawasan Jembatan Seunapet agar tidak memberi makan monyet dengan makanan ringan yang dibawa. Monyet akan lebih sehat saat memakan segala hal yang disediakan oleh alam.

“Tolong jangan berikan makanan manusia pada monyet. Mereka lebih sehat dan lebih bahagia mencari makanan di hutan,” ujarnya.

Aprianda berharap pengguna jalan dapat menyadari perilaku dan dampak yang dapat ditimbulkan dari memberi makan monyet liar. Lebih lanjut, karena kelebihan populasi maka terjadi konflik antar kelompok monyet ekor panjang. Mereka biasanya akan turun untuk sekedar mencari makan atau mencari tempat baru bersama kawanannya.

Biasanya pengendara membeli buah yang dijajakan pedagang di sekitaran jalan tersebut, bukan untuk dibawa pulang ke ke rumah, buah itulah yang diberikan pada kawanan monyet yang berada di pinggir jalan.  Terdapat puluhan pedagang yang berjualan di sekitar kawasan itu, buah yang dijual adalah hasil dari kebun milik warga sendiri, kebanyakan penjual buah berjualan dari pagi hingga sore hari. Buah yang dijual juga bervariasi.

Menurut pedagang buah di Desa Suka Damai, Rahmat (45), banyak pengendara mobil atau sepeda motor yang berhenti untuk membeli pisang, dengan niat untuk memberi makan monyet di jembatan tersebut. Ia menyebutkan hal ini sangat meningkat pada saat bulan ramadhan atau menjelang lebaran. Di samping itu dia juga menyebutkan jika monyet tidak diberi makan maka banyak juga monyet yang turun ke kebun warga dan mencuri buahnya.

Sebenarnya ada beberapa kebun yang sudah memiliki kontak kejut untuk menghindari kawanan monyet masuk ke kebun. Tetapi belum efektif untuk mengatasi permasalahan tersebut. Rahmat menyebut, bahkan ada pemilik kebun yang memberikan racun di buah-buahan yang ditanaminya.

“Monyet yang terus mendapat makanan dari pengendara akan mempengaruhinya. Hanya menggantungkan diri dari pemberian makan pengendara,” ungkap Rahmat.

Dia mengatakan pada masanya tiba dan sudah menunjukkan gejalanya, monyet-monyet tersebut akan mulai beringas. Bila tak diberi makan lagi makan dia akan mulai garang, seolah meminta paksa makanan yang selama ini ia peroleh. “Karenanya jangan salahkan monyet jika mulai menyerang pengendara,” ujarnya.

Beberapa laporan yang diperoleh warga setempat menyebutkan bahwa monyet mulai menakuti para pengguna jalan, lebih tepatnya monyet sudah mulai agresif, dan terus mengganggu pengguna jalan sampai menaiki kendaraan pengguna jalan, seakan-akan sedang memalak.

Menurut jurnal hutan tropis 9 tahun 2021, tentang “Perilaku Monyet Harian Monyet Ekor Panjang pada Objek Wisata”, terjadi perubahan perilaku berpindah pada monyet akibat kurangnya makan di hutan dan kebiasaan pemberian makan oleh wisatawan.

Tags: makanmemberimonyetpengendarasareeseulawah
ShareTweetPin
Previous Post

Jamaah Masjid Al Hidayah Desa Kolam Salurkan Donasi Palestina

Next Post

KFC Banda Aceh Gelar Santunan Yatim dan Doa Bersama untuk Korban Tsunami

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

68 Ribu Jemaah Tiba di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Layanan Haji Lancar

68 Ribu Jemaah Tiba di Tanah Suci, Kemenhaj Pastikan Layanan Haji Lancar

Sabtu (02/05/2026) - 22:31 WIB
Hasil Imbang Tutup Musim, PSMS Gagal Capai Target Promosi

Hasil Imbang Tutup Musim, PSMS Gagal Capai Target Promosi

Sabtu (02/05/2026) - 22:09 WIB
Persiraja Ditahan Imbang PSMS 1-1 di Laga Terakhir Pegadaian Championship 2025/26

Persiraja Ditahan Imbang PSMS 1-1 di Laga Terakhir Pegadaian Championship 2025/26

Sabtu (02/05/2026) - 21:48 WIB
Gas Pol! Realisasi APBA 2026 Tembus 23,27 Persen, Lampaui Target Awal Tahun

Gas Pol! Realisasi APBA 2026 Tembus 23,27 Persen, Lampaui Target Awal Tahun

Sabtu (02/05/2026) - 09:23 WIB
Wagub Aceh Silaturrahmi dengan Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Wagub Aceh Silaturrahmi dengan Abu Paya Pasi, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Jumat (01/05/2026) - 22:52 WIB
64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dibekali Automasi Berbasis Inlislite

64 Pengelola Perpustakaan di Langsa Dibekali Automasi Berbasis Inlislite

Jumat (01/05/2026) - 21:53 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.