Senin, April 20, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Pojok Karya Anak Berkebutuhan Khusus, Ruang Kreativitas Inklusif di Aceh UMKM Berkah

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (29/09/2023) - 17:17 WIB
in DAERAH
0
Aceh UMKM Berkah

Pojok karya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) di Aceh UMKM Berkah. (Mirda/Lensakita.com)

Banda Aceh- Pojok karya Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) mewarnai kegiatan Aceh UMKM Berkah, Jum’at (29/9/2023). Melalui Aceh Flexi School, karya anak-anak ABK  dipamerkan dalam kegiatan Aceh UMKM Berkah di Pasar Distanbun (Dinas Pertanian dan Perkebunan) Lampineung, Banda Aceh.

Karya yang ditampilkan berupa lukisan dengan motif yang sangat bervariasi mulai dari lukisan abstrak mewakili perasaan mereka masing-masing, hingga lukisan tentang gambaran kesehariannya.

Iin, terapis di Aceh Flexi School menyebutkan anak-anak ABK tidak bisa dipaksa, disamakan, dan dibandingkan dengan anak-anak pada kebanyakan, butuh kesabaran khusus dalam mendidik dan mengajarkan anak anak ABK, terlebih dalam menghadapi orang tua anak yang masih belum bisa menerima keadaan anaknya.

“Metode belajar yang tidak dipaksakan tapi sesuai perkembangan, lihat kemampuan anak dulu, misalnya si A usia aktif sekolah belum bisa menulis dengan sempurna, maka anak anak akan diterapi terlebih dahulu sesuai kebutuhan, seperti diterapi motorik halus dan kasarnya. Karena setiap anak punya keistimewaan sehingga ada cara yang berbeda untuk pendekatan” ungkap Iin.

Dalam proses belajar tidak hanya perihal akademik, tapi mereka juga belajar memasak, berkebun, melukis. Iin mengatakan untuk mengetahui minat dan bakat anak mengarah ke fokus mana, dapat dilihat melalui hal yang sederhana, namun butuh kepekaan.

“Misal pada anak down syndrom, ketika dihidupkan musik dia senang dan bahagia. Ada juga anak yang suka coret-coretan, maka akan diwadahi melukis di kanvas setelah terbiasa menggambar di kertas,” ujarnya.

Menurut Iin, tantangan dalam mendidik sangat beragam, anak-anak ABK umumnya memiliki perasaan yang sangat peka, butuh perhatian dan pelayanan yang lebih dibandingkan anak kebanyakan.

“Untuk bisa lebih dekat dengan mereka, kita bisa membujuk dan memuji anak. Ada juga anak yang sedang gembira namun tiba tiba sedih, bahkan sampai tantrum. Cara yang dilakukan untuk mengatasi adalah dengan memahami penyebab dia tantrum, berikan sentuhan, tunjukkan gaya berbicara yang lembut, disertai mimik wajah yang ekspresif dan antusias,” tutur Iin.

Iin mengatakan masih banyak orang tua dengan anak ABK yang belum bisa menerima keadaan anaknya, sehingga anak ABK disamakan dengan anak kebanyakkan tanpa peduli apa yang sebenarnya mereka butuhkan.

Iin berharap orang tua harus belajar lebih dan lebih sabar menerima kondisi anaknya. Ada banyak media belajar atau platform online yang bisa dimanfaatkan untuk mencari tau apa yang harus dilakukan untuk anaknya. Ia juga berharap pemerintah dapat lebih menaruh perhatian kepada anak-anak ABK seperti mensosialisasikan tentang Anak Berkebutuhan Khusus, dan media apa yang tepat untuk anak ABK belajar.

“Bagaimana cara mendukung anak ABK untuk bisa menyuarakan mimpi dan keinginan dengan segala keistimewaan yang mereka miliki,” ujarnya.

Adapun anak yang termasuk katagori ABK seperti down syndrom, autis, speech delay, tuli, dsb.

Tags: acehanakberkahberkebutuhankaryakhususpojokumkm
ShareTweetPin
Previous Post

Edukasi Pengolahan Sampah UMKM Mandiri Berkah, Pemilahan dan Kaitannya dengan Umur TPA

Next Post

Mahasiswa Luar Aceh Berkenalan dengan Tradisi Maulid dan Kuah Beulangong

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Sekda Nasir Buka Banda Aceh Experience: Tekankan Kolaborasi Kota dan Hilirisasi Industri

Senin (20/04/2026) - 23:50 WIB
Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Prosesi Peusijuek Warnai Pelepasan 26 Calon Haji UIN Ar-Raniry

Senin (20/04/2026) - 22:19 WIB
UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

UIN Ar-Raniry Lampaui UI dan UGM dalam Peringkat Scimago Bidang Riset

Senin (20/04/2026) - 22:13 WIB
Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Dampingi Mendagri, Wagub Aceh Tinjau Kerusakan Infrastruktur dan Salurkan Bantuan

Senin (20/04/2026) - 22:10 WIB
Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Pemkab Abdya Gelar Meuseraya Toet Lemang, Targetkan Rekor MURI dengan 17 Ribu Batang Lemang

Senin (20/04/2026) - 16:49 WIB
Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Jaksa Agung ST Burhanuddin Minta Kajari Tak Kriminalisasi Kepala Desa

Senin (20/04/2026) - 16:38 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.