Kamis, Juli 30, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Indonesia Diharapkan Bahas Ketimpangan Vaksinasi Global di G20

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (04/04/2022) - 05:17 WIB
in NASIONAL
0
Warga mengikuti vaksin booster Covid-19 di Dinas Kesehatan Yogyakarta, Senin (28/3/2022). Epidemiolog Pandu Riono berharap Pemerintah Indonesia dalam ajang Presidensi G20 dapat menginisiasi negara lain agar lebih terbuka membahas ketimpangan vaksinasi global.

Banyak negara tidak mau mengakui kelemahan sistemnya.

 JAKARTA — Epidemiolog Pandu Riono berharap Pemerintah Indonesia dalam ajang Presidensi G20 dapat menginisiasi negara lain agar lebih terbuka membahas ketimpangan vaksinasi global.

Epidemiolog asal Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia ini menilai sejumlah negara yang tergabung dalam G20 juga tengah menghadapi permasalahan cakupan vaksin Covid-19 yang berbeda dari negara-negara lain.  Bahkan ada negara yang mengalami kesulitan dalam mengakses vaksin.

Hal itu disebabkan masing-masing negara memiliki semangat vaksinasi, sistem politik dan sistem kesehatan yang berbeda-beda. Begitu pula dengan masyarakatnya, ada yang tidak mau divaksin, dan ada pula yang sejak awal anti-vaksin.

“Di China juga walaupun punya pabrik vaksin, masalahnya banyak orang tua yang tidak mau divaksinasi, dimensinya luas sekali. Tidak ada satu solusi untuk semua, tergantung masalahnya di masing-masing negara,” ujar Pandu.

Pandu mengatakan, saat ini secara global, dunia malah sedang kelebihan produksi vaksin. Sayangnya seringkali, beberapa negara yang telah diberikan vaksin Covid-19 tidak dapat menggerakkan vaksinasinya. Sehingga akhirnya banyak vaksin yang kedaluwarsa.

“Banyak negara tidak mau membuka masalah itu. Karena perlu kejujuran. Banyak negara tidak mau mengakui kelemahan sistemnya. Yang penting adalah Indonesia sebagai Presidensi G20 membuka atau memfasilitasi, agar semua orang duduk dan bicara bersama,” kata dia.

Selain itu yang tidak kalah pentingnya, menurut Pandu, adalah bagaimana G20 juga membahas pemahaman mengenai arsitektur kesehatan global, di tengah krisis kesehatan pandemi global Covid-19, krisis ekonomi dan krisis kemanusiaan oleh perang antara Rusia dan Ukraina.

“Tiap negara harus punya keterbukaan masalah masing-masing. Indonesia harus menginisiasi supaya negara-negara terbuka, mengakui kelemahan,” kata dia.

Selain itu dia berharap dalam ajang Presidensi G20 mendatang setiap negara dapat merumuskan rencana aksi mengenai pemerataan vaksinasi, agar bisa dilanjutkan ke Presidensi G20 berikutnya, dan tidak hanya berhenti pada pertemuan di Bali saja.


 

Sumber: Republika

Tags: ketimpangan vaksin globalpandemi gobal Covid-19Presidensi G20vaksin Covid-19
ShareTweetPin
Previous Post

Jammi Dukung Pandangan Imam Besar Istiqlal Terkait Peran Ulama dalam Menjaga Pancasila

Next Post

Finlandia akan Pertimbangkan Keanggotaan NATO pada Musim Semi

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Mualem Tunjuk Wan Malaya sebagai Pj Ketua PA Nagan Raya, KPA Minta Kader Tetap Solid

Mualem Tunjuk Wan Malaya sebagai Pj Ketua PA Nagan Raya, KPA Minta Kader Tetap Solid

Rabu (29/07/2026) - 22:11 WIB
Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1447 H Bertepatan 21 Maret 2026

1 Agustus di Monas Ada Zikir dan Doa Kebangsaan, Terbuka untuk Umum

Rabu (29/07/2026) - 17:49 WIB
Sekda Nasir Silaturahmi dengan Kapolda Aceh

Sekda Nasir Silaturahmi dengan Kapolda Aceh

Rabu (29/07/2026) - 17:47 WIB
Wagub Aceh Safari ke Sejumlah Dayah, Perkuat Silaturahmi dengan Ulama

Wagub Aceh Safari ke Sejumlah Dayah, Perkuat Silaturahmi dengan Ulama

Rabu (29/07/2026) - 17:45 WIB
Pemerintah Aceh Fasilitasi Peralihan RSUD Cut Meutia dari Aceh Utara ke Lhokseumawe

Pemerintah Aceh Fasilitasi Peralihan RSUD Cut Meutia dari Aceh Utara ke Lhokseumawe

Rabu (29/07/2026) - 17:41 WIB
Kontes Kakao Sabang 2026 Diharapkan Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan Daerah

Kontes Kakao Sabang 2026 Diharapkan Dorong Pengembangan Komoditas Unggulan Daerah

Rabu (29/07/2026) - 17:37 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.