Kamis, Oktober 29, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Penduduk Fukushima Waspada usai PLTN Alirkan Air Limbah Radioaktif

Redaksi Oleh Redaksi
Minggu (27/08/2023) - 03:10 WIB
in INTERNASIONAL
0
Pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi, rusak akibat gempa bumi dan tsunami besar pada 11 Maret 2011, terlihat dari dekat pelabuhan perikanan Ukedo di kota Namie, timur laut Jepang, Kamis, (24/8/2023).

#image_title

Pembangkit listrik tenaga nuklir Fukushima Daiichi, rusak akibat gempa bumi dan tsunami besar pada 11 Maret 2011, terlihat dari dekat pelabuhan perikanan Ukedo di kota Namie, timur laut Jepang, Kamis, (24/8/2023).

IWAKI — Harga pelelangan ikan di pelabuhan selatan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi beragam. Ketidakpastian muncul karena menunggu tanggapan konsumen atas makanan laut usai pelepasan air limbah radioaktif yang telah diolah dan diencerkan ke laut.


Pembangkit listrik yang rusak akibat gempa bumi dan tsunami pada 2011 mulai mengirimkan air olahan ke Pasifik pada Kamis (24/8/2023). Tindakan itu tetap dilakukan meski ada protes di dalam negeri dan di negara-negara terdekat.


Perantara di pelabuhan perikanan Numanouchi Hideaki Igari mengatakan, harga ikan flounder berukuran besar yang merupakan ikan khas Fukushima yang dikenal dengan nama Joban-mono ini lebih rendah 10 persen pada lelang Jumat (25/8/2023) pagi. Lelang itu merupakan lelang pertama sejak pelepasan air dimulai. Harga beberapa ikan flounder ukuran rata-rata naik, tapi mungkin karena terbatasnya tangkapan, sedangkan lainnya terjatuh.


Reaksi pasar relatif tenang terhadap pelepasan limbah. “Kita masih harus melihat bagaimana kelanjutannya minggu depan,” ujar Igari.

 


Pelepasan ini telah ditentang keras oleh kelompok nelayan dan dikritik oleh negara-negara tetangga. Cina segera melarang impor makanan laut dari Jepang sebagai tanggapannya, sehingga menambah kekhawatiran di komunitas perikanan dan bisnis terkait.


Sedangkan di Seoul, Korea Selatan, ribuan warga turun ke jalan pada Sabtu (26/8/2023). Mereka mengutuk pembuangan air limbah dan mengkritik pemerintah Korea Selatan karena mendukung rencana tersebut. Para pengunjuk rasa meminta Jepang untuk menyimpan air radioaktif di dalam tangki daripada membuangnya ke Samudera Pasifik.


Sebuah pusat pengujian radiasi di Jepang mengatakan, tengah menerima pertanyaan dan memperkirakan akan lebih banyak orang yang membawa makanan, air, dan sampel lainnya. Data radiasi kini menjadi barometer utama mengenai apa yang boleh dimakan.


Kelompok nelayan Jepang khawatir pelepasan ini akan berdampak lebih buruk terhadap reputasi makanan laut dari kawasan Fukushima. Mereka masih berupaya memperbaiki kerusakan usahanya akibat krisis PLTN pasca gempa dan tsunami.


Pemerintah Jepang dan operator PLTN Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO) mengatakan, air tersebut harus dibuang agar fasilitas tersebut dapat dinonaktifkan. Pelesana itu juga untuk mencegah kebocoran air yang tidak diolah secara tidak sengaja. Sebagian besar air yang disimpan dalam tangki masih mengandung bahan radioaktif melebihi tingkat yang dapat dilepaskan.


Sebagian air limbah di pabrik….


 


 


 

sumber : AP

Sumber: Republika

Tags: air limbah Fukushimaair radioaktif fukushimalimbah nuklir fukushimalimbah pltn Fukushima
ShareTweetPin
Previous Post

Sekjen Gerindra Minta Kader Menangkan Prabowo di Kabupaten Bogor

Next Post

Dampak Kematian Prigozhin Pengaruhi Posisi Rusia di Afrika

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Polda Aceh Berhasil Ungkap 18 Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara

Polda Aceh Berhasil Ungkap 18 Hektare Ladang Ganja di Aceh Utara

Rabu (28/10/2026) - 17:25 WIB
APBA Aceh 2027 Direncanakan Rp10,37 Triliun, Fokus Pemulihan Pascabencana

APBA Aceh 2027 Direncanakan Rp10,37 Triliun, Fokus Pemulihan Pascabencana

Selasa (27/10/2026) - 01:43 WIB
Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Kasus BBM Subsidi, 18 Kendaraan Ikut Diamankan

Polda Aceh Tetapkan 22 Tersangka Kasus BBM Subsidi, 18 Kendaraan Ikut Diamankan

Selasa (27/10/2026) - 01:39 WIB
Dek Gam Apresiasi Polda Aceh Tangkap Penimbun Solar, Antrean di SPBU Mulai Menghilang

Dek Gam Apresiasi Polda Aceh Tangkap Penimbun Solar, Antrean di SPBU Mulai Menghilang

Selasa (27/10/2026) - 01:37 WIB
Polda Aceh Gelar Operasi Patuh Seulawah Selama 14 Hari, Ini Sasarannya

Polda Aceh Gelar Operasi Patuh Seulawah Selama 14 Hari, Ini Sasarannya

Selasa (27/10/2026) - 01:35 WIB
Foto Cerita Banjir Aceh Karya Chaideer Mahyuddin Raih Silver Asian Media Awards 2026

Foto Cerita Banjir Aceh Karya Chaideer Mahyuddin Raih Silver Asian Media Awards 2026

Senin (26/10/2026) - 23:43 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.