Senin, Oktober 5, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Stigma Masih Jadi Tantangan Pengobatan Pasien Tuberkulosis

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (24/08/2023) - 23:42 WIB
in NASIONAL
0
Layar yang menampilkan hasil pemeriksaan rontgen thorax milik warga di GOR Otista, Jatinegara, Jakarta, Kamis (9/2/2023). Puskesmas Kecamatan Jatinegara mengadakan kegiatan skrining tuberkulosis kepada 65 orang yang meliputi pemeriksaan rontgen thorax, pemeriksaan dahak dan tes mantoux, untuk mengurangi penularan penyakit tuberkulosis paru.

#image_title

Layar yang menampilkan hasil pemeriksaan rontgen thorax milik warga di GOR Otista, Jatinegara, Jakarta, Kamis (9/2/2023). Puskesmas Kecamatan Jatinegara mengadakan kegiatan skrining tuberkulosis kepada 65 orang yang meliputi pemeriksaan rontgen thorax, pemeriksaan dahak dan tes mantoux, untuk mengurangi penularan penyakit tuberkulosis paru.

JAKARTA — Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan Imran Pambudi mengatakan stigma dan diskriminasi masih menjadi tantangan pasien tuberkulosis (TB). Ini menyebabkan mereka enggan menyelesaikan pengobatan.

“Pasien TB tidak mau mulai pengobatan ataupun tidak menyelesaikan pengobatan gara-gara masalah stigma,” kata dia dalam webinar “TB-CAPS: Together Reducing Tuberculosis Stigma”, Kamis (24/8/2023).

Menurut Imran, masalah stigma dan diskriminasi perlu disikapi cukup serius melibatkan tidak hanya petugas kesehatan, tetapi perlu adanya kerja sama dari sektor-sektor lain termasuk komunitas.

“Masih kurangnya pengetahuan masyarakat dan petugas kesehatan dan sering kali pasien menstigma dirinya sendiri, petugas kesehatan (harus) mempunyai perilaku kesadaran jangan menstigma pasien TB,” ujar dia.

Menurut Kementerian Kesehatan, stigma terkait TB yang berkembang salah satunya adalah anggapan masyarakat bahwa ini merupakan penyakit masyarakat tidak mampu. Selain stigma dan diskriminasi, pasien TB juga mengalami masalah dalam mengakses layanan TB yang berkualitas. Untuk mengatasi hal ini, Imran mendorong adanya suatu umpan balik dari masyarakat terhadap pelayanan TB yang disediakan pemerintah.

Di sisi lain, dibutuhkan juga data dan informasi terkait hambatan dalam mengakses layanan TB, membuat lingkungan bersahabat bagi pasien untuk menyelesaikan pengobatan dengan baik serta memperkuat komunitas.

Dari segi pengobatan, ini pun menjadi bagian dari tantangan bagi pasien. Menurut Imran, durasi pengobatan cukup lama membuat pasien TB sering disingkirkan atau diberhentikan dari pekerjaan karena dianggap tidak bisa bekerja dengan baik selama masa pengobatan.

Oleh karena itu, nantinya diharapkan adanya pengobatan TB yang memungkinkan pemulihan pasien lebih singkat semisal dua bulan. “Ke depan ada rejimen pengobatan yang hanya dua bulan, dan pasien TB RO itu ke depan harapan kita ada pengobatan yang membutuhkan waktu empat bulan sehingga mereka jadi lebih cepat pulih dan segera kembali beraktivitas,” kata Imran.

Menurut Kementerian Kesehatan, merujuk laporan Global TB tahun 2022, diketahui jumlah kasus TB terbanyak yakni pada kelompok usia produktif terutama pada usia 25 sampai 34 tahun. Di Indonesia, jumlah kasus TB terbanyak pada kelompok usia produktif terutama pada usia 45 sampai 54 tahun.

sumber : Antara

Sumber: Republika

Tags: pasien tbPasien Tuberkulosispengobatan tbpengobatan tuberkulosisstigma pasien tb
ShareTweetPin
Previous Post

Wilayah Kekeringan di Kota Sukabumi Meluas ke 5 Kecamatan

Next Post

Tangani Polusi Udara di Jabodetabek, Pemerintah Analogikan Seperti Covid-19

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Muhammad Saman Daftar Bakal Calon Ketua PWI Aceh 2026-2031

Muhammad Saman Daftar Bakal Calon Ketua PWI Aceh 2026-2031

Senin (05/10/2026) - 18:09 WIB
UIN Ar-Raniry Perpanjang Kerja Sama dengan BSI

UIN Ar-Raniry Perpanjang Kerja Sama dengan BSI

Senin (05/10/2026) - 17:11 WIB
Laba Tembus Rp5,3 Triliun, Mesin Pertumbuhan BSI Makin Moncer

Laba Tembus Rp5,3 Triliun, Mesin Pertumbuhan BSI Makin Moncer

Senin (05/10/2026) - 17:07 WIB
Tinjau Daerah Irigasi Seunong, Wagub Dek Fadh Dorong Perbaikan Segera

Tinjau Daerah Irigasi Seunong, Wagub Dek Fadh Dorong Perbaikan Segera

Senin (05/10/2026) - 14:29 WIB
Pemko Sabang Wajibkan Pegawai Berbahasa Aceh Setiap Hari Kamis

Pemko Sabang Wajibkan Pegawai Berbahasa Aceh Setiap Hari Kamis

Senin (05/10/2026) - 14:25 WIB
Persada Abdya Cetak Sejarah, Tembus Delapan Besar Nasional Piala Soeratin U-17

Persada Abdya Cetak Sejarah, Tembus Delapan Besar Nasional Piala Soeratin U-17

Minggu (04/10/2026) - 14:56 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.