Rabu, April 29, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Jumlah Anak di AS yang Tewas oleh Senpi Capai Rekor Tertinggi pada 2021

Redaksi Oleh Redaksi
Rabu (23/08/2023) - 16:41 WIB
in INTERNASIONAL
0
Senjata api (ilustrasi).

#image_title

 CHICAGO — Angka kematian anak yang diakibatkan penggunaan senjata api (senpi) di Amerika Serikat (AS) telah mencapai rekor tertingginya pada 2021. Hal ini diungkapkan oleh sebuah studi baru yang diterbitkan oleh American Academy of Pediatrics, yang dilansir dari  Reuters pada Rabu (23/8/2023).

Dengan menggunakan basis data kematian Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), studi yang diterbitkan pada hari Senin (20/8/2023) di jurnal Pediatrics AAP menemukan bahwa 4.752 anak meninggal akibat cedera terkait senjata api pada tahun 2021. Jumlah tersebut jauh meroket dari tahun terakhir di mana data yang ada, menunjukkan angka yang meningkat dari 4.368 pada tahun 2020 dan 3.390 pada tahun 2019.

Kekerasan senjata api telah menjadi penyebab kematian nomor satu bagi anak-anak di Amerika Serikat sejak tahun 2020. Penelitian ini dipublikasikan saat anggota parlemen Tennessee membuka sesi khusus tentang keselamatan publik setelah penembakan di sekolah Nashville awal tahun ini yang menewaskan tiga anak dan tiga guru.

 

 

Annie Andrews, seorang dokter anak di South Carolina dan peneliti pencegahan kekerasan senjata api, mengaku cukup prihatin dengan data tersebut. Walaupun ia tidak terlibat dalam penelitian ini, namun menurutnya sebagai seorang dokter, ia secara pribadi tidak pernah membayangkan akan merawat begitu banyak anak dengan lubang peluru di tubuh mereka.

“Namun faktanya, di setiap rumah sakit anak di seluruh negeri ini, ada anak-anak di unit perawatan intensif anak yang menderita cedera akibat kasus senjata api,” katanya.

Penelitian ini lebih lanjut menunjukkan bahwa anak-anak kulit hitam menyumbang sekitar 67 persen dari pembunuhan dengan senjata api, sementara anak-anak kulit putih menyumbang sekitar 78 persen dari kasus bunuh diri dengan senjata api.

Iman Omer, seorang mahasiswa di Universitas Vanderbilt di Nashville dan advokat anti-kekerasan senjata api dari Students Demand Action, mengatakan bahwa temuan penelitian ini sangat memprihatinkan, namun tidak mengejutkan.

“Setiap tahun, saya tahu bahwa 128 anak dan remaja di Tennessee meninggal karena senjata api,” kata Omer saat dia menuju ke gedung parlemen negara bagian itu pada hari Selasa (22/8/2023). Kedatangan Omer ini untuk bergabung dengan para pengunjuk rasa yang menuntut undang-undang kepemilikan senjata api yang harus diatur lebih ketat.

Gubernur Tennessee Bill Lee, yang mengetahui ada dua guru yang terbunuh dalam penembakan di Nashville, telah meminta anggota parlemen dalam sesi khusus untuk mendukung apa yang disebut undang-undang bendera merah. 

UU ini  bertujuan untuk menjauhkan senjata api dari tangan orang-orang yang dianggap sebagai ancaman. Dia menghadapi perlawanan dari rekan-rekannya sesama anggota Partai Republik, yang menguasai gedung DPR. 


Dalam sebuah pernyataan pada hari Selasa (22/8/2023), meskipun beberapa legislator Partai Republik mengatakan bahwa tidak ada undang-undang Bendera Merah yang akan disahkan. Namun jauh lebih sedikit yang menyatakan bahwa tidak ada undang-undang yang berdampak negatif pada hak-hak yang dilindungi oleh Amandemen ke-2, termasuk hak anak dan kepemilikan senjata, yang akan disahkan.” 

sumber : Reuters

Sumber: Republika

Tags: jumlah anak di AS tewas karena senpikorban senpi di assenjata api
ShareTweetPin
Previous Post

Rekaman CCTV Pembunuhan Noven Masih Diperiksa Pusinafis

Next Post

Kemenkumham: Notaris Berperan Cegah Pencucian Uang Terorisme

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Menag Nasaruddin Umar Tidak Larang Warga Sembelih Hewan Kurban

Menag Nasaruddin Umar Tidak Larang Warga Sembelih Hewan Kurban

Selasa (28/04/2026) - 22:05 WIB
Pemko Banda Aceh Pastikan Kasus Kekerasan Balita di Daycare, Operasional Dihentikan

Pemko Banda Aceh Pastikan Kasus Kekerasan Balita di Daycare, Operasional Dihentikan

Selasa (28/04/2026) - 22:02 WIB
Nurlis Effendi Ditunjuk sebagai Jubir Pemerintah Aceh

Pemerintah Aceh Hormati Usulan DPRA Cabut Pergub JKA, Tunggu Rekomendasi Resmi

Selasa (28/04/2026) - 21:52 WIB
Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Dugaan Penganiayaan Balita di Daycare Banda Aceh

Polisi Periksa 6 Saksi Kasus Dugaan Penganiayaan Balita di Daycare Banda Aceh

Selasa (28/04/2026) - 21:39 WIB
Ilustrasi bayi. Foto: Net

Bayi Diduga Dianiaya di Daycare Banda Aceh, 3 Pengasuh Langsung Dipecat

Selasa (28/04/2026) - 21:32 WIB
Jemaah Haji Indonesia Nikmati Layanan Bus Shalawat Nonstop di Makkah

Jemaah Haji Indonesia Nikmati Layanan Bus Shalawat Nonstop di Makkah

Selasa (28/04/2026) - 13:43 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.