Sabtu, Juli 25, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

34 Penambang Batu Giok di Myanmar Hilang Tersapu Tanah Longsor

Redaksi Oleh Redaksi
Senin (14/08/2023) - 17:56 WIB
in INTERNASIONAL
0
Setidaknya 34 orang hilang dalam insiden tanah longsor di sebuah tambang batu giok di Myanmar, Ahad (13/8/2023)

#image_title

Setidaknya 34 orang hilang dalam insiden tanah longsor di sebuah tambang batu giok di Myanmar, Ahad (13/8/2023)

YANGON – Setidaknya 34 orang hilang dalam insiden tanah longsor di sebuah tambang batu giok di Myanmar, Ahad (13/8/2023) sore waktu setempat. Hingga Senin (14/8/2023), regu penyelamat masih melakukan operasi pencarian para korban.

Insiden tanah longsor terjadi di Hpakant, sebuah kota pegunungan terpencil yang berada di Negara Bagian Kachin. Area tersebut merupakan pusat tambang batu giok terbesar dan paling menguntungkan di dunia. Menurut pemimpin regu penyelamat, lebih dari 30 penambang tersapu ke danau ketika tanah longsor terjadi di dekat desa Manna pada Ahad lalu, sekitar pukul 15:30 waktu setempat.

Pemimpin regu penyelamat itu enggan mengungkap identitasnya karena khawatir ditangkap militer Myanmar. Dia mengatakan, ketika longsor terjadi, tanah dan puing-puing dari beberapa tambang di dekat desa Manna meluncur 304 meter menuruni tebing ke danau di bawahnya, lalu menggulung para penambang di sekitarnya.

Sejauh ini sebanyak 34 orang dipastikan hilang. Proses pencarian terhadap mereka masih berlangsung. Terdapat pula delapan penambang yang terluka. Mereka sudah dibawa ke rumah sakit setempat untuk memperoleh dan menjalani perawatan.

Insiden longsor yang memakan korban penambang batu giok di Myanmar biasanya terjadi dalam skala lebih kecil dan jarang mendapat perhatian. Para korban sering kali penambang independen. Mereka beroperasi di bekas galian raksasa yang digali alat berat oleh perusahaan pertambangan. Oleh sebab itu area mereka menambang terbilang tak stabil.

Pada Juli 2020, setidaknya 162 orang tewas akibat tanah longsor di kawasan yang sama, yakni Hpakant. Pada November 2015, insiden serupa juga pernah terjadi dan menelan 113 korban jiwa.

Aktivis-aktivis hak asasi manusia mengatakan, penambangan batu giok merupakan sumber pendapatan penting bagi junta militer Myanmar. Kelompok penentang peraturan militer menganjurkan sanksi dan boikot untuk mengurangi penjualan batu giok.

Tambang juga merupakan sumber pendapatan utama bagi Tentara Kemerdekaan Kachin, sebuah kelompok etnis bersenjata yang berbasis di Negara Bagian Kachin. Mereka telah mengangkat senjata selama puluhan tahun melawan pemerintah pusat untuk mendapatkan otonomi yang lebih besar.

Gencatan senjata di Kachin terganggu sejak militer Myanmar mengkudeta pemerintahan sipil pimpinan Aung San Suu Kyi pada Februari 2021. Wilayah tersebut kini dilanda konflik bersenjata antara militer Myanmar dan Tentara Kemerdekaan Kachin. Pertempuran telah mendorong banyak warga sipil ke kamp-kamp pengungsi dan kota-kota terdekat.

Sumber: Republika

Tags: batu giokkorban tanah longsor myanmarmyanmarnegara bagian kachinpenambang batu giokpenambang batu giok terseret tanah longsorpenambang myanmartanah longsor myanmar
ShareTweetPin
Previous Post

Pemkab Aceh Selatan Gelar Gladi Pra Upacara HUT RI ke-78

Next Post

Greenpeace Temui Penyakit Kulit Warga Marunda Diduga Akibat Polusi dan Debu Batubara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

BWI Tegaskan Komitmen Fasilitasi Penyelesaian Status Wakaf Blang Padang

BWI Tegaskan Komitmen Fasilitasi Penyelesaian Status Wakaf Blang Padang

Jumat (24/07/2026) - 22:42 WIB
Aceh dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Kawal Implementasi MoU Helsinki

Aceh dan Pemerintah Pusat Perkuat Sinergi Kawal Implementasi MoU Helsinki

Jumat (24/07/2026) - 22:38 WIB
Persiraja Perkenalkan Tujuh Pemain Sambut Musim 2026/27

Persiraja Perkenalkan Tujuh Pemain Sambut Musim 2026/27

Jumat (24/07/2026) - 16:44 WIB
Sekda Aceh: Pembangunan Huntara Capai 99 Persen, Fokus Beralih ke Huntap

Sekda Aceh: Pembangunan Huntara Capai 99 Persen, Fokus Beralih ke Huntap

Jumat (24/07/2026) - 15:53 WIB
Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

Forkopimda Aceh Sepakat Putus Akses Pasok BBM ke Tambang Ilegal

Jumat (24/07/2026) - 15:51 WIB
Untuk Pertama Kalinya, 248 Kepala SMA, SMK dan SLB se-Aceh Dilantik Langsung oleh Gubernur Mualem

Untuk Pertama Kalinya, 248 Kepala SMA, SMK dan SLB se-Aceh Dilantik Langsung oleh Gubernur Mualem

Jumat (24/07/2026) - 15:49 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.