Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home DAERAH

Data Nelayan Penerima Solar Subsidi Tumpang Tindih, DKP Diminta Registrasi Ulang

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (22/09/2022) - 19:49 WIB
in DAERAH
0
Data Nelayan Penerima Solar Subsidi Tumpang Tindih, DKP Diminta Registrasi Ulang

Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin, memberikan keterangan kepada awak media di Banda Aceh. Foto: Lensakita.com

BANDA ACEH – Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Aceh, meminta Dinas Kelautan dan Perikanan (DPK) melakukan pendataan ulang boat-biat kecil penerima bahan bakar minyak (BBM) solar subsidi di Aceh.

“Kalau BBM subsidi kepada nelayan harus tepat sasaran dan tepat guna bagi para pengguna boat yang pergi pagi dan pulang sore,” kata Ketua Hiswana Migas Aceh, Nahrawi Noerdin kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).

Nahrawi mengatakan, nelayan yang berhak mendapatkan subsidi adalah nelayan tergolong masyarakat miskin yang berpenghasilan Rp2.5 juta ke bawah. Sehingga kelompok ini dinilai layik diberikan subsidi BBM oleh pemerintah.

Pengusaha yang akrab disapa Toke Awi ini menyebutkan, boat yang tidak mendapatkan subsidi BBM itu banyak beredar di kawasan Lampulo. Sementara boat-boat kecil yang menerima subsidi tidak terdata.

Menurutnya, dari hasil rapat dengan Dinas Kelautan dan Perikanan, pada umumnya boat-boat kecil tidak terdata di dinas terkait. Boat ini yang mencari ikan sejak pagi dan pulang pada sore hari itu juga.

“Sehingga tidak pernah terlayani dan itu malah terabaikan. Yang dilayani para konsumen non subsidi dan ini perlu diregistrasi ulang sama DKP Provinsi,” kata dia.

Toke Awi mengatakan, jika mengacu pada Undang-Undang (UU) pengguna BBM subsidi itu untuk boat berukuran 30 Gross Tonnage (GT) ke bawah. Sementara penggunaan non subsidi boat berukuran diatas 30 GT.

Selain itu, kata dia, masih banyak para nelayan yang menggunakan mesin mobil house power untuk menggerakkan boatnya. Sehingga bertolak belakang dengan undang-undang dan aturan yang berlaku.

“Seperti boat tuna, sekali pendapatan tiga hari pulang itu 40-50 juta, apakah layik disubsidi, enggak. Kalau sudah pendapatan segitukan sudah industri atau bisnis,” ujar Toke Awi.

Oleh sebab itu, Toke Awi, meminta DKP Aceh harus segera mendata ulang boat-boat kecil dibawah 30 GT untuk mendapatkan subsidi BBM dari pemerintah.

“Sekarang harapan kita itu betul-betul diregistasi, kalau boat-boat itu didata betul. Sehingga tidak salah sasaran melayani subsidi ini,” pungkasnya.[]

Tags: bbm subsidiDinas kelautan dan perikanan acehhiswana migas acehnelayan acehpertaminaSolar Subsidi
ShareTweetPin
Previous Post

Brace Habibi Yusuf Bawa Sriwijaya FC Menang 2-0 dari Persiraja

Next Post

Alpokat Sabang Punya Prospek untuk Dikembangkan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Kamis (04/06/2026) - 16:29 WIB
Menag Tegaskan Zakat Tidak Boleh Digunakan di Luar Asnaf

Menag: Jabatan Adalah Amanah, Jangan Tergoda Gratifikasi dan Suap

Kamis (04/06/2026) - 16:23 WIB
Penumpang Angkutan Udara dan Laut di Aceh Menurun

Penumpang Pesawat dan Kapal di Aceh Turun pada April 2026

Kamis (04/06/2026) - 16:13 WIB
Malaysia Dominasi Kunjungan Turis ke Aceh Oktober 2024

Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 14,75 Persen pada April 2026, Okupansi Hotel Ikut Menguat

Kamis (04/06/2026) - 16:10 WIB
Hari Kedua Pencarian, Pendaki Hilang di Gunung Seulawah Belum Ditemukan

Hari Kedua Pencarian, Pendaki Hilang di Gunung Seulawah Belum Ditemukan

Kamis (04/06/2026) - 16:05 WIB
Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Kamis (04/06/2026) - 15:01 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.