BANDA ACEH | LENSA KITA – Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) siap unjuk kebolehan di kompetisi internasional bernama Hult Prize. Ajang ini berlangsung di Taipei, peserta ditantang untuk memecahkan masalah sosial yang mendesak.
The Hult Prize International adalah kompetisi business plan tingkat dunia, yang diadakan oleh Hult Prize Foundation dan didukung oleh United Nations untuk mengumpulkan ide-ide dari mahasiswa di seluruh dunia.
Peserta ditantang untuk memecahkan masalah sosial yang mendesak. Tema Hult Prize kali ini adalah “Get Tim Work Back To Work” atau membuat dunia kembali bekerja.
USK diwakili oleh tim ReADi (Reaktivasi Difabel). Beranggotakan empat orang mahasiswa, terdiri dari tiga orang mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Galuh Satwika Paramita, Fikri Adisyah Caniago dan Fransedo Regano, serta satu orang mahasiswa Fakultas Teknik (FT), Fayed Muhamad.
Wakil Dekan III FKG USK, drg. Sri Rezeki mengatakan, terpilihnya tim ReADI setelah melalui tahapan yang jelas, diawali seleksi tingkat kampus, dimulai dari babak penyisihan, semi final, hingga final.
Dia menyampaikan, di USK, ReADi berhasil meraih Juara I. Atas dasar inilah, tim ReADI berhak mewakili USK untuk maju pada tahap regional final di Taipei secara virtual, pada tanggal 21 Mei 2022 kemarin.
“Pada kompetisi ini, ReADi membawakan produk atau platform yang menyalurkan jasa service delivery, seperti jasa tambal ban delivery, cuci kendaraan delivery, dan service minor kendaraan maupun peralatan rumah tangga,” kata Sri Rezeki, Senin (23/5/2022).
Selain service delivery, ReADi menawarkan jasa homecare yang menyediakan jasa membersihkan rumah, mencuci baju, dan jasa pindah rumah. Pemesanan jasa ini dapat melalui website resmi ReADi dan aplikasi Telegram.
Melalui usaha ini, diharapkan dapat mengurangi jumlah difabel yang tidak bekerja dan membantu mereka untuk mendapatkan kehidupan yang lebih sejahtera.
“Para difabel yang menjadi mitra ReAdi sudah dilatih di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan mendapatkan pembekalan oleh pengurus ReADi terkait kepuasan pelanggan, sehingga dapat bersaing di dunia kerja,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan FKG USK, Dr. drg. Cut Soraya, menyatakan rasa syukur dan bangga, serta memberikan dukungan penuh terhadap keikutsertaan mahasiswa FKG USK dalam mengikuti kompetisi internasional ini.
“Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keikutsertaan mahasiswa FKG USK pada kompetisi tingkat Internasional Hult Prize Regional Final di Taipei secara virtual, serta terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membimbing dan mendukung mahasiswa, sehingga dapat mempersiapkan diri dengan baik pada keikutsertaan kompetisi ini,” ucap Cut Soraya.
Cut Soraya berharap, perwakilan mahasiswa USK dapat lebih banyak lagi mengikuti kegiatan-kegiatan bertaraf nasional maupun internasional.
“Semoga keikutsertaan perwakilan mahasiswa pada kompetisi internasional ini dapat memberikan motivasi bagi mahasiswa lainnya, terutama di lingkungan FKG,” ujar Cut Soraya.










