Sabtu, Oktober 17, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Pakar Sosiologi: Fenomena Mudik Muncul Seiring Proses Urbanisasi

Redaksi Oleh Redaksi
Jumat (13/05/2022) - 13:33 WIB
in NASIONAL
0
Sejumlah penumpang berjalan setibanya di Stasiun Senen, Jakarta, Rabu (11/5/2022). Kedatangan pemudik dari daerah dengan tujuan Daop 1 Jakarta saat ini terpantau masih cukup tinggi, Hal ini seiring dengan akan berakhirnya liburan sekolah di wilayah Jabodetabek.Tercatat pada hari ini jumlah penumpang yang turun di Stasiun Pasar Senen sebayak 16.100 penumpang.Prayogi/Republika.

Pakar sosiologi menilai fenomena mudik muncul seiring dengan proses urbanisasi.

MALANG — Tradisi mudik telah lama dilakukan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia. Hal ini terutama ketika menjelang hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha.


Meski rutinitas tersebut sempat dilarang pada 2020 dan 2021 karena pandemi, kini pemerintah sudah memperbolehkannya. Pemerintah memberikan kelonggaran bagi masyarakat untuk memungkinan mudik ke kampung halaman.


Dosen Sosiologi UMM, Mochamad Aan Sugiharto menjelaskan, fenomena mudik muncul seiring proses urbanisasi masyarakat Indonesia. Banyaknya masyarakat usia produktif yang menimba ilmu maupun bekerja di kota-kota besar membuat momen libur lebaran menjadi kesempatan emas.


“Dalam hal ini kesempatan untuk berkumpul bersama keluarga,” kata Aan.


Menurut Aan, tidak ada data pasti kapan pertama kali fenomena mudik muncul. Namun melihat fakta bahwa mudik itu adalah suatu kondisi berpindahnya orang-orang yang kota ke desa untuk sementara waktu. Hal ini berarti hipotesanya mudik mulai muncul seiring dengan banyaknya proses urbanisasi.


Kepala Laboratorium Sosiologi UMM menilai mudik memang bertujuan untuk mempererat tali silaturahim. Selain itu, juga berfungsi untuk merekatkan kembali hubungan emosional antar-individu. Dalam sosiologi, hal ini penting karena terjalinnya hubungan antar-individu dapat mempererat solidaritas.


Solidaritas di masyarakat secara umum terbagi menjadi dua yaitu mekanis dan organis. Masyarakat kota itu tergolong bersolidaritas organis. Interaksi yang dibangun dalam keseharian cenderung karena kebutuhan.


Sementara itu, masyarakat desa tergolong bersolidaritas mekanis. Interaksi dari solidaritas ini termasuk keseharian yang cenderung kekeluargaan. Namun, saat ini mulai banyak masyarakat kota yang ingin menerapkan konsep kekeluargaan dalam setiap interaksinya. Oleh karena itu, mudik dapat memperkuat konsep tersebut.


Selain dampak positif, mudik juga membawa beberapa dampak negatif. Mudik selalu identik dengan perjalanan panjang, lama, dan melelahkan yang terjadi karena kepadatan lalu lintas. Mobilisasi masyarakat secara besar-besaran menggunakan kendaraan pribadi menjelang hari raya menyebabkan masalah baru yaitu kemacetan.


Setidaknya ada tiga alasan utama kenapa masyarakat Indonesia tidak menggunakan tranportasi umum. Pertama, konektivitas sarana prasarana angkutan umum tidak menjangkau sampai ke pelosok desa. Stasiun ataupun terminal letaknya selalu di kota yang jauh dari tempat tinggal pemudik.


Kedua, keterbatasan tiket dan waktu keberangkatan, di mana mayoritas pemudik adalah pekerja maupun karyawan yang waktu liburnya biasanya mendekati hari H. “Sementara tiket biasanya tersedia jauh sebelum atau sesudah hari H,” jelas Aan.


Terakhir, yaitu faktor aktualisasi diri. Menurut Aan, Pemudik biasanya cenderung ingin memberitahu kepada keluarga dan tetangga bahwa mereka sukses mengadu nasib di kota. Salah satunya dengan cara pulang dan membawa kendaraan pribadi ataupun simbol yang memperlihatkan kesuksesan mereka.

Sumber: Republika

Tags: fenomena mudik lebaranmudik lebaranurbanisasi penyebab mudik
ShareTweetPin
Previous Post

Ketum Bamus Betawi Desak Ruhut Minta Maaf Edit Foto Anies Pakai Koteka

Next Post

Kapal Intelijen China Beroperasi di Lepas Pantai Australia Barat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Gubernur Mualem Minta Bupati/Wali Kota se-Aceh Siapsiaga Hadapi Potensi Bencana

Mualem Imbau Masyarakat Aceh Waspadai Dampak Kabut Asap Karhutla

Jumat (16/10/2026) - 20:37 WIB
Penantian Puluhan Tahun Berakhir, KUA Pulo Aceh Gelar Akad Nikah Perdana di Kantor

Penantian Puluhan Tahun Berakhir, KUA Pulo Aceh Gelar Akad Nikah Perdana di Kantor

Jumat (16/10/2026) - 14:15 WIB
Satu FC Juara Piala Rektor UIN Ar-Raniry 2026, Habib Cetak Gol Penalti di Akhir Laga

Satu FC Juara Piala Rektor UIN Ar-Raniry 2026, Habib Cetak Gol Penalti di Akhir Laga

Kamis (15/10/2026) - 22:40 WIB
PT Socfindo Seumanyam Dukung Program Pemkab Abdya Penyaluran CSR Tepat Sasaran

PT Socfindo Seumanyam Dukung Program Pemkab Abdya Penyaluran CSR Tepat Sasaran

Kamis (15/10/2026) - 22:16 WIB
Kapolri: Polri Perkuat Penegakan Hukum dan Pemadaman Karhutla

Kapolri: Polri Perkuat Penegakan Hukum dan Pemadaman Karhutla

Kamis (15/10/2026) - 16:52 WIB
Yahwa Dampingi Aktris Luna Maya Serahkan Bantuan Renovasi MIN Montasik Aceh Besar

Yahwa Dampingi Aktris Luna Maya Serahkan Bantuan Renovasi MIN Montasik Aceh Besar

Kamis (15/10/2026) - 16:44 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.