Kamis, Juni 4, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

Kota Bogor Kaji Opsi Penghentian Suplai Sapi dari Sejumlah Provinsi

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (12/05/2022) - 13:30 WIB
in NASIONAL
0
Pengawasan sapi. ilustrasi. Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor akan membahas opsi pemberhentian suplai sapi dari berbagai provinsi.

DKPP Kota Bogor akan rapat bersama membahas opsi penghentian suplai sapi

 BOGOR— Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor akan membahas opsi pemberhentian suplai sapi dari berbagai provinsi. Hal itu sebagai langkah mengantisipasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada sapi. 


Kepala DKPP Kota Bogor, Anas S. Rasmana, menyebutkan jika sapi-sapi di Kota Bogor disuplai dari Madura Jawa Timur, Bima, dan Bali. Di mana PMK pada sapi tengah menjangkiti sapi-sapi di Jawa Timur.


Anas menegaskan, penghentian suplai sapi bukan berada pada ranah DKPP. Sehingga harus diadakan rapat bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, berikut juga Wali Kota. 


Menurut anas, DKPP juga akan melibatkan Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Kota Bogor untuk penyebarluasan beritanya dan Satpol PP untuk penegakan Peraturan Daerah (Perda).


“Kami tidak bisa sendiri memutuskan, kalau wali kota melarang baru akan dilarang. Karena nasional baru terjadi di Jawa Timur, belum menyebar di provinsi lain,” ujarnya Kamis (12/5/2022).


Kepada masyarakat, kata Anas, DKPP akan menyampaikan ciri-ciri dan pencegahan PMK pada sapi. Dimana para pedagang daging sapi di pasar dengan memiliki Surat Keterangan Kesehatan Daging (SKKD), sementara peternak harus memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal.


Begitu juga tim Unit Reaksi Cepat (URC) yang akan membantu dalam sosialisasi, dengan memberikan sosialisasi PMK kepada masyarakat, peternak, dinas, dan pasar.


“Sementara kami sudah melakukan komunikasi peternak dan pedagang , untuk berhati-hati hewan peliharaan terjangkit PMK,” ujarnya.


Kepala Bidang Peternakan pada DKPP Kota Bogor, drh Anizar membenarkan jika wabah itu sudah mulai banyak menjadi perbincangan. Pihaknya pun siap-siap mengeluarkan imbauan terkait wabah PMK itu agar masyarakat juga waspada.


Hanya saja, ia menekankan agar masyarakat tidak perlu panik. Wabah PMK itu tidak menular ke manusia. Dampak yang dikhawatirkan pemerintah sebenarnya dari sisi perekonomian menjelang Hari Raya Idul Adha. Momentum itu tentu akan menjadi lalu lintas pasokan daging ternak yang sangat melimpah.


“Kita termasuk daerah tertular (PMK), meskipun di Jawa Barat, khususnya Bogor, belum ada terkonfirmasi positif PMK. Kita masih belum ada temukan laporan kejadian itu. Tapi, sekali lagi, kita (Jabar) masih dikategorikan daerah tertular karena dekat dengan Jawa Timur (yang menjadi daerah wabah),” ujarnya beberapa waktu lalu.

Sumber: Republika

Tags: kasus pmkpenghentian suplai sapipenyakit mulut dan kukupmksapisuplai sapi
ShareTweetPin
Previous Post

Kapolri Tekankan Terus Awasi Implementasi Kebijakan Larangan Ekspor Minyak Goreng

Next Post

Laporkan Wabah Pertama Covid-19, Korut Lockdown Total

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Gus Irfan Bidik Pasar Katering Haji Arab Saudi untuk Produk Pangan Indonesia

Kamis (04/06/2026) - 16:29 WIB
Menag Tegaskan Zakat Tidak Boleh Digunakan di Luar Asnaf

Menag: Jabatan Adalah Amanah, Jangan Tergoda Gratifikasi dan Suap

Kamis (04/06/2026) - 16:23 WIB
Penumpang Angkutan Udara dan Laut di Aceh Menurun

Penumpang Pesawat dan Kapal di Aceh Turun pada April 2026

Kamis (04/06/2026) - 16:13 WIB
Malaysia Dominasi Kunjungan Turis ke Aceh Oktober 2024

Kunjungan Wisman ke Aceh Naik 14,75 Persen pada April 2026, Okupansi Hotel Ikut Menguat

Kamis (04/06/2026) - 16:10 WIB
Hari Kedua Pencarian, Pendaki Hilang di Gunung Seulawah Belum Ditemukan

Hari Kedua Pencarian, Pendaki Hilang di Gunung Seulawah Belum Ditemukan

Kamis (04/06/2026) - 16:05 WIB
Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Nilai Ekspor Aceh Tembus 56,99 Juta Dolar AS, Impor Didominasi Gas Propana dan Butana

Kamis (04/06/2026) - 15:01 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.