Minggu, Agustus 23, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home NASIONAL

IDAI Belum Keluarkan Rekomendasi Penundaan PTM

Redaksi Oleh Redaksi
Selasa (10/05/2022) - 20:16 WIB
in NASIONAL
0
Relawan Erick Thohir Siap Bantu Bangkitkan Ekonomi Masyarakat

Orang tua bisa melakukan karantina selama sepekan sebelum beraktivitas kembali.

JAKARTA — Ketua Umun Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Piprim Basarah Yanuarso mengatakan hingga kini pihaknya belum mengeluarkan rekomendasi untuk menunda pembelajaran tatap muka (PTM). Hingga saat ini pemerintah menyatakan sudah ada 15 kasus suspek hepatitis misterius di Indonesia.


“Untuk PTM ini kami terus melakukan kajian seperti apa intensitas dari kasus. Hingga saat ini, IDAI belum mengeluarkan rekomendasi untuk menunda PTM,” ujar Piprim dalam diskusi daring, Selasa (10/5).


Piprim mengatakan, IDAI mengimbau agar anak-anak yang akan melakukan PTM untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti memakai masker, mencuci tangan memakai sabun, menjaga jarak, tidak bertukar alat makan dan memakan makanan yang matang. Perilaku tersebut, lanjut Piprim, dilakukan untuk mencegah adanya penularan Covid-19 dan hepatitis akut misterius serta penyakit menular lainnya.


“Memang perlu waspada pada saat nanti anak-anak sudah melakukan PTM, protokol kesehatan tetap dilakukan oleh anak-anak kita,” ujar Piprim.


Piprim memastikan, IDAI akan terus melakukan kajian terkait hepatitis akut misterius sesuai dengan perkembangannya. Hadir dalam kesempatan yang sama, Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastro-Hepatologi IDAI, dr Muzal Kadim mengatakan, hingga kini IDAI belum cukup bukti untuk mengeluarkan rekomendasi penundaan PTM terkait hepatitis akut ini.


“Sampai saat ini kan memang belum dikeluarkan rekomendasi untuk PTM karena belum cukup untuk bukti-buktinya, karena buktinya sampai sekarang juga belum jelas,” terang dia.


Sementara Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi Tropis IDAI, dr Anggraini Alam menilai keputusan penundaan PTM selama satu pekan adalah keputusan yang tepat. Menurutnya, orang tua bisa melakukan karantina selama sepekan sebelum beraktivitas kembali.


“Jadi seperti melakukan karantina. Bukan berarti dikasih libur seminggu dibawa ke mall, tetapi untuk mengurangi mobilitas. Beberapa hari di rumah dilihat, apakah anak sehat,” kata dia.


“Jangan anaknya sedang demam dan ada keluhan penyakit, tetapi sama orang tua dibawa ke sekolah atau dititipkan ke tempat penitipan anak. Kalau anak ada penyakit infeksi bisa berpotensi menularkan ke anak-anak lain atau bahkan ke orang dewasa,” kata dia.


Indonesia hingga Selasa (10/5) melaporkan 15 kasus anak terkait hepatitis misterius, lima di antaranya meninggal. Juru bicara Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi menyebut ada beberapa anak yang sudah divaksinasi, tetapi tidak sedikit pula yang belum menerima vaksin COVID-19.


“Sudah ada status vaksinnya, kalau di bawah 6 tahun belum dapat vaksin ada 5 orang, sisanya ada yang baru satu kali vaksin dan ada yang sudah divaksin lengkap,” ungkap Nadia.


Nadia memastikan tak ada kaitan antara vaksin COVID-19 dan hepatitis misterius. Alih-alih vaksinasi, penyebab hepatitis misterius sejauh ini lebih mungkin disebabkan karena adenovirus. Hal ini dikarenakan banyak dari mereka yang dinyatakan negatif hepatitis jenis A-E, positif teridentifikasi adenovirus.

Sumber: Republika

Tags: idaipembelajaran tatap mukaptmtatap muka
ShareTweetPin
Previous Post

Eks Pramugari di Pusaran Kasus Pencucian Uang Eks Pejabat Ditjen Pajak

Next Post

Pangeran Charles Pertama Kali Gantikan Ratu Buka Parlemen Inggris

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Festival Budaya Cot Ba’u, Wali Kota Sabang Dorong Pengembangan Wisata Berbasis Alam

Festival Budaya Cot Ba’u, Wali Kota Sabang Dorong Pengembangan Wisata Berbasis Alam

Sabtu (22/08/2026) - 15:51 WIB
BPMA Percepat Legalisasi Sumur, Dorong Lifting Migas dan Dampak Ekonomi Daerah

BPMA Percepat Legalisasi Sumur, Dorong Lifting Migas dan Dampak Ekonomi Daerah

Sabtu (22/08/2026) - 14:22 WIB
Tuntaskan Transformasi Teknologi, Nasabah BSI Capai Rekor Tertinggi

Tuntaskan Transformasi Teknologi, Nasabah BSI Capai Rekor Tertinggi

Jumat (21/08/2026) - 20:15 WIB
BPMA, SKK Migas dan KKKS WK Aceh Gelar Workshop Perizinan dan Pertanahan Hulu Migas

BPMA, SKK Migas dan KKKS WK Aceh Gelar Workshop Perizinan dan Pertanahan Hulu Migas

Jumat (21/08/2026) - 17:52 WIB
Bank Indonesia Perkuat Klaster Petani Cabai Merah di Aceh Barat

Bank Indonesia Perkuat Klaster Petani Cabai Merah di Aceh Barat

Jumat (21/08/2026) - 17:45 WIB
BSI Bawa Semangat Bangkit untuk Warga Huntara Lubuk Sidup Aceh Tamiang

BSI Bawa Semangat Bangkit untuk Warga Huntara Lubuk Sidup Aceh Tamiang

Jumat (21/08/2026) - 17:41 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.