Senin, November 2, 2026
Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
  • Login
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result

Protes Hentikan Pembongkaran Properti di Lingkungan Muslim New Delhi

Redaksi by Redaksi
Senin (09/05/2022) - 21:38 WIB
in INTERNASIONAL
0
Warga Shaheen Bagh mengepung pejabat selama aksi pembongkaran di New Delhi, Senin, 9 Mei 2022. Pihak berwenang di New Delhi menghentikan aksi pembongkaran di lingkungan yang didominasi Muslim setelah ratusan warga dan sejumlah pekerja partai oposisi berkumpul untuk memprotes Senin . Tidak ada bangunan yang diratakan sebelum buldoser mundur.

Sentimen dan serangan anti-Muslim telah meningkat di seluruh India dalam sebulan ini.

 NEW DELHI — Ratusan penduduk dan sejumlah pekerja partai oposisi berkumpul di New Delhi untuk memprotes keputusan pembongkaran properti milik Muslim, Senin (9/5/2022). Pihak berwenang pun menghentikan upaya pembongkaran bangunan di lingkungan mayoritas Muslim.


Sentimen dan serangan anti-Muslim telah meningkat di seluruh India dalam sebulan terakhir. Mulai dari pelemparan batu antara kelompok Hindu dan Muslim selama prosesi keagamaan, hingga pembongkaran banyak properti milik Muslim dihancurkan oleh otoritas lokal di beberapa negara bagian India.


Peristiwa yang mendapatkan sorotan besar ketika buldoser menghancurkan beberapa properti Muslim di lingkungan barat laut New Delhi bulan lalu. Tindakan itu dihentikan ketika perintah pelarangan dari Mahkamah Agung. Pembongkaran dilakukan beberapa hari setelah kekerasan komunal di sana menyebabkan beberapa orang terluka dan memicu penangkapan.


Tapi untuk penghancuran kali ini, kehadiran polisi menjaga buldoser yang tiba di Shaheen Bagh. Lingkungan ini pada 2020 menjadi tempat protes sengit setelah Parlemen mengesahkan Rancangan Undang-Undang yang mengubah undang-undang kewarganegaraan negara itu.


Para pejabat mengatakan pembongkaran ini menargetkan bangunan ilegal dan bukan kelompok agama tertentu. Namun para kritikus berpendapat bahwa langkah tersebut adalah upaya terbaru untuk melecehkan dan meminggirkan Muslim yang merupakan 14 persen dari 1,4 miliar penduduk India. Tindakan ini pun menunjukkan pola meningkatnya polarisasi agama di bawah Partai nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party pimpinan Perdana Menteri Narendra Modi.


Ketika buldoser melaju pergi, seorang warga 47 tahun bernama Mohammed Niyaz, menyebutnya sebagai “politik bank suara” yang dimaksudkan untuk memecah komunitas Hindu dan Muslim. Penduduk di Shaheen Bagh juga mempertanyakan waktu pemindahan buldoser, dengan mengatakan banyak bangunan di lingkungan itu telah berdiri selama beberapa dekade tanpa campur tangan pemerintah setempat. Sebelumnya, para pejabat menyebut aksi pembongkaran baru-baru ini sebagai “acara rutin” untuk menghancurkan properti ilegal.

sumber : AP

Sumber: Republika

Tags: aksi anti muslimbangunan milik muslim indiaindiapembongkaran paksa
ShareTweetPin
Previous Post

Laos Kembali Terima Wisatawan Asing

Next Post

Lebanon Peroleh Pinjaman 150 Juta Dolar untuk Impor Gandum

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.