Kamis, April 23, 2026
  • Login
Lensakita.com
Advertisement
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA
No Result
View All Result
Lensakita.com
No Result
View All Result
Home INTERNASIONAL

Panas Ekstrem Tewaskan 25 Orang di India Barat

Redaksi Oleh Redaksi
Kamis (05/05/2022) - 07:15 WIB
in INTERNASIONAL
0
Seorang pekerja memercikkan air ke wajahnya di tengah cuaca panas di Prayagraj, Uttar Pradesh, India, Kamis (13/6). Sedikitnya 25 orang telah meninggal dunia karena serangan panas ekstrem di India. Ilustrasi.

Sedikitnya 25 orang telah meninggal dunia karena serangan panas ekstrem di India

NEW DELHI — Sedikitnya 25 orang telah meninggal dunia karena serangan panas di negara bagian Maharashtra di India barat sejak akhir Maret. Sejumlah negara bagian di India mengalami gelombang panas ekstrem dengan suhu mencapai antara 42-46 derajat Celcius.

Sebanyak 15 kematian dilaporkan di wilayah Vidarbha. Kemudian enam kematian di wilayah Marathwada dan empat di Maharashtra utara. Total sebanyak 381 kasus heat stroke telah dilaporkan dari sejumlah negara bagian

“Laporan post-mortem dari enam orang telah mengonfirmasi bahwa mereka telah meninggal karena serangan panas. Kami belum menerima laporan tentang 19 orang yang tersisa,” kata seorang pejabat yang berbicara dengan syarat anonim dilansir Anadolu Agency, Kamis (5/5/2022).

Petugas pengawasan negara bagian, Pradeep Awate, mengatakan beberapa wilayah negara bagian menghadapi musim panas paling ekstrem dalam beberapa dekade. Distrik Chandrapur terkena dampak terburuk akibat gelombang panas dengan suhu mendekati 46 derajat Celcius.

Sementara sejumlah negara bagian termasuk Madhya Pradesh, Rajasthan, Maharashtra, dan Delhi telah mencatat suhu tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini. Pada Maret, suhu maksimum rata-rata dalam sebulan adalah yang tertinggi dalam 122 tahun.

Departemen Meteorologi India (IMD) melaporkan suhu di berbagai negara bagian dalam beberapa minggu terakhir tetap 3-6 Celcius di atas normal. IMD telah memperkirakan suhu dapat menyentuh 47 Celcius di India tengah dalam beberapa hari ke depan.

Gelombang panas yang melanda India mengancam gagal panen gandum dan hasil pertanian lainnya. Hal ini menjadi tantangan terkait bagaimana India akan menyeimbangkan kebutuhan domestiknya, dengan ambisi untuk meningkatkan ekspor dan menutupi kekurangan akibat invasi Rusia di Ukraina.

Gandum sangat sensitif terhadap panas, terutama ketika bijinya sudah matang dan siap panen. Para petani India mengatur waktu tanam mereka sehingga saat panen bertepatan dengan musim semi yang biasanya lebih dingin.

Seorang petani di Sangrur di negara bagian Punjab, India utara, Baldev Singh menyaksikan panennya menyusut di depan matanya saat mata air yang biasanya dingin dengan cepat berubah menjadi panas. Dia kehilangan sekitar seperlima dari hasil panennya. “Saya khawatir yang terburuk belum datang,” kata Singh.

Punjab adalah “mangkuk gandum” bagi India. Pemerintah telah mendorong penanaman gandum dan beras di daerah tersebut sejak 1960-an. Punjab merupakan penyumbang terbesar cadangan nasional India. Pemerintah berharap dapat membeli sekitar sepertiga hasil gandum dari wilayah tersebut.  


Namun pemerintah memperkirakan hasil yang lebih rendah tahun ini. Seorang ahli kebijakan pertanian di kota Chandigarh utara, Devinder Sharma, mengatakan hasil panen diperkirakan turun 25 persen. Penurunan panen gandim juga akan dirasakan oleh wilayah penghasil gandum besar lainnya seperti Uttar Pradesh dan Madhya Pradesh.

Secara keseluruhan, India membeli lebih dari 43 juta metrik ton gandum pada 2021. Sharma memperkirakan India akan mendapatkan 20 persen hingga hampir 50 persen gandum.

sumber : AP

Sumber: Republika

Tags: gelombang panaskorban gelombang panaspanas ekstrempanas ekstrem indiaperubahan iklim
ShareTweetPin
Previous Post

Timur Tengah Peringkat Terendah dalam Kebebasan Pers Global

Next Post

Helikopter Militer Rusia Langgar Wilayah Udara Finlandia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

TERBARU

Temui Kejati, ISNU Aceh Bahas Penguatan Edukasi Hukum

Temui Kejati, ISNU Aceh Bahas Penguatan Edukasi Hukum

Rabu (22/04/2026) - 22:13 WIB
Sekda Aceh Buka BAA Talks, Dorong Sinergi Kepemimpinan dan Inovasi Generasi Muda

Sekda Aceh Buka BAA Talks, Dorong Sinergi Kepemimpinan dan Inovasi Generasi Muda

Rabu (22/04/2026) - 21:26 WIB
Garuda Siapkan Mitigasi Antisipasi Keterbatasan Slot Penerbangan di Bandara Arab Saudi

Jemaah Haji Tertua Aceh 101 Tahun, Termuda 15 Tahun Siap Berangkat

Rabu (22/04/2026) - 21:23 WIB
Jemaah Haji Aceh Tempati Kamar Setara Hotel Bintang 3 Selama di Asrama Sebelum Berangkat

Jemaah Haji Aceh Tempati Kamar Setara Hotel Bintang 3 Selama di Asrama Sebelum Berangkat

Rabu (22/04/2026) - 14:01 WIB
Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Pemkab Pulau Buru Kirim 2.000 Botol Minyak Kayu Putih untuk Korban Bencana Aceh

Selasa (21/04/2026) - 22:10 WIB
Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Fadhlullah bersama Menko PMK dan Mendagri Serahkan Bantuan Rumah Rusak Korban Bencana di Aceh Tamiang

Selasa (21/04/2026) - 22:08 WIB
Lensakita.com

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.

Navigate Site

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • DAERAH
  • NASIONAL
  • DUNIA
  • OLAH RAGA
  • BOLA
  • FOTO
  • LIFESTYLE
  • LINGKUNGAN
  • FEATURE
  • EDUKASI
  • DPRA

© 2026 Lensakita.com | Menatap dunia lebih luas.